info.kpidriau@gmail.com
012883839

Rapat Koordinasi Bersama KPI Pusat; KPID Riau Diamanahkan Sebagai Pelaksana Kegiatan Radio Akademi Nasional Pertama di Indonesia

Rapat Koordinasi Bersama KPI Pusat; KPID Riau Diamanahkan Sebagai Pelaksana Kegiatan Radio Akademi Nasional Pertama di Indonesia Sesi Foto Bersama KPI Pusat, Diskominfotik Riau, PRSSNI Riau, dan Lembaga Penyiaran Radio

Pekanbaru - Radio di Indonesia telah mengalami berbagai perubahan sepanjang waktu. Meskipun angka pendengar radio menunjukkan penurunan dari 50,29% pada 2003 menjadi 13,31% pada 2018, namun harapan akan masa depan radio di Indonesia masih tetap ada. Pada tahun 2020, sektor televisi dan radio mengalami pertumbuhan sebesar 10,42% menunjukkan bahwa potensi industri radio masih sangat besar (sumber: databoks).

 

Menyikapi hal tersebut, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menyiasati kegiatan Radio Academy untuk peningkatan kualitas siaran radio. Koordinator Bidang Kelembagaan KPI Pusat, I Made Sunarsa mengatakan, “Radio Academy juga bertujuan untuk mendorong peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang penyiaran. Kegiatan ini bersinergi bersama Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) dan pemerintah setempat,” ujarnya.

 

“Mengawali langkah positif ini, KPI Pusat telah merencanakan kegiatan Radio Academy dilaksanakan pertama kali untuk KPID Riau. Kegiatan ini nantinya berfokus pada aspek programming radio dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi stasiun radio di wilayah Riau. KPID Riau dipercayakan oleh KPI Pusat karena merupakan yang turut membantu dan mengawal proses penyusunan kurikulum Radio Academy serta mempunyai kesanggupan dan kesiapan dalam menggelar kegiatan Radio Academy untuk pertama kali di Indonesia sebagai kegiatan percontohan bagi KPI Daerah lainnya,” tambah Made.

 

Radio Academy merupakan sebuah program pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pelaku industri radio di Riau. “Dalam acara ini, peserta akan mendapatkan kesempatan untuk belajar dari para ahli dan praktisi radio yang berpengalaman. Kegiatan Radio Academy nantinya akan dibagi menjadi tiga tahapan, Radio Academy I berfokus pada programming radio, dan Radio Academy II berfokus kepada perkembangan bisnis seperti marketing dan daya jual industri radio, terakhir Radio Academy III yang nantinya akan berfokus kepada budaya lokal dan daerah yang perlu di kembangkan untuk penyiaran radio,” ungkap Made.

 

Perumusan pelaksanaan kegiatan Radio Academy dilakukan di kantor KPID Riau, Jl. Gajah Mada, Simpang Empat, Kota Pekanbaru, Senin (1/4/2024). Dalam melakukan perencanaan kegiatan, KPID Riau ditemani oleh KPI Pusat, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik), PRSSNI Riau, Radio Bharabas 97.5 FM, Aditya 87.6 FM, Gress 105,8 FM, Smart 101.8 FM, dan El John 102.6 FM.

 

Ketua KPID Riau, Hisam Setiawan, dalam sambutannya mengatakan, “Kami percaya bahwa dengan adanya kegiatan Radio Academy ini, kualitas programming radio di Riau akan semakin baik. Ini merupakan langkah maju untuk industri radio kita dalam membangkitkan minat pendengar dan meningkatkan mutu program siaran untuk seluruh radio di Riau,” kata Hisam.

 

“Dasar pemikiran kegiatan ini berawal dari keresahan masyarakat dan pemerintah daerah tentang tidak adanya pendengar dan penikmat radio, sehingga banyaknya radio yang mengalami kebangkrutan karena tidak ada kekuatan dalam cost bisnis industri radio. Hal tersebut tentu perlu kita evaluasi kembali, terlebih minat generasi muda cenderung ke media baru. Dengan adanya kegiatan ini, bisa menjadi pendorong kebangkitan radio dalam pelaksanaan programming dan bisnis di industri radio,” tambah Hisam.

 

Senada dengan itu, PRSSNI Riau Bidang Hukum dan Regulasi, Meidizon Dahlan mengungkapkan, “Permasalahan ini sudah menjadi pembahasan PRSSNI baik di daerah maupun pusat. Namun kita masih kurangnya sinergitas antara seluruh elemen pihak terkait untuk menggagas kemajuan industri radio. Banyak radio yang kami temui sudah tidak bersiaran bahkan tutup permanen karena tidak sanggup membayar segala bentuk kebutuhan yang ada di industri penyiaran radio. Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap penuh supaya radio bisa bangkit kembali dan memenuhi segala bentuk kebutuhan masyarakat,” kata Meidison.

 

Perwakilan industri radio di Riau juga mengapresiasi dan menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini, “Ini merupakan peluang besar bagi kami untuk belajar dan mengembangkan keterampilan kami dalam menjalankan program radio. Radio mempunyai sejarah yang panjang dalam menyampaikan informasi kepada publik, sehingga eksistensi tersebut harus dibangkitkan kembali di zaman ini sehingga radio juga mempunyai pendengar yang banyak. Kami sangat mendukung penuh apa yang digagas oleh KPI sehingga industri radio bisa maju dan berkembang untuk wilayah Riau khususnya,” tutur General Manager Radio El John 102.6 FM, Abdul Khair saat rapat pelaksanaan kegiatan Radio Academy di kantor KPID Riau.

 

Diskominfotik Riau, sebagai pihak yang turut hadir dalam perencanaan kegiatan ini, juga menunjukkan antusias dan dukungan terhadap kegiatan Radio Academy. “Pada prinsipnya kami mendukung penuh kegiatan Radio Academy, kami juga berkomitmen untuk mendukung inisiatif pelaksanaan kegiatan ini serta menaruh harapan supaya radio bisa maju, karena apabila industri penyiaran tidak berkembang maka masyarakatnya juga tidak berkembang,” pungkas Sekretaris Diskominfotik Riau, Devi Rizaldi.

 

(Orj)